loading...
Sabtu, 24 Juni 2017

Bantahan Orang Tua Nabi di Neraka

Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang.Hadits ayah nabi di neraka,Apakah orang tua rasulullah di neraka,Nama orang tua nabi muhammad saw,Kisah orang tua nabi muhammad
Kesaksian nabi muhammad di neraka,Orang tua nabi ibrahim,Ibu nabi muhammad meninggal ketika nabi berusia,Hadits tentang orang tua nabi muhammad.

Segala puji bagi tuhan semesta alam ALLAH subhanahu wata'ala,rahmat dan salam ke atas junjungan kita nabi besar muhammad sallallahu'alaihi wasallam,serta kepada keluarga dan sahbat beliau sekalian,hati-hati dalam mengambil hujjah dimasa akhir zaman ini,lebih baik kita diam,bertaqwalah kepada Allah,karena kita berada dimasa akhir zaman,kiamat sudah sangat dekat dengan berbagai macam tanda-tandanya,saya membela Ayah dan Bunda nabi,walaupun ada hadist yang menyebutkan ayah dan bunda nabi dalam neraka,itu hadist mungkar,ulama Ahlussunnah wal jamaah,telah membuangnya,tetapi ada kaum yang tidak Senang,,mengambilnya kembali dan dijadikan hujjahnya,,

http://abusigli.blogspot.com/2017/06/bantahan-orang-tua-nabi-di-neraka.html

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻯ ﻫﺪﺍﻧﺎ ﻟﻬﺬﺍ ﻭﻣﺎ ﻛﻦ ﻟﻨـﺘﻬﺪﻱ ﻟﻮ ﻻ ﺃﻥ ﻫﺪﺍﻧﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍﻟﻔﺎﺋﺰﻳﻦ ﺑﺮﺿﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﻌﺪ ﻗﺪﻣﻮﺍ ﺃﻋﻤﺎﻟﻜﻢ ﻟﺪﺍﺭ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺗﺠﺪﻭﺍ ﻋﻨﺪﻫﺎ ﻓﻮﺯﺍ ﻭﻧﺠﺎﺓ

Dakwaan
Diantara dalil golongan yang menyatakan orang tua Nabi masuk neraka adalah hadits
riwayat Imam Muslim dari Hammad :

ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻳْﻦَ ﺃَﺑِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻔَّﻰ ﺩَﻋَﺎﻩُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺇِﻥَّ ﺃَﺑِﻲﻭَﺃَﺑَﺎﻙَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah “Ya, Rasulullah, dimana keberadaan ayahku ?,

Rasulullah menjawab : “ dia di neraka” maka ketika orang tersebut hendak beranjak, Rasulullah

memanggilnya seraya berkata“ sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka “.

Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad perawi Hadits diatas diragukan oleh para ahli hadits dan hanya diriwayatkan
oleh Imam Muslim. Padahal banyak riwayat lain yang lebih kuat darinya seperti riwayat
Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh :

ﺍِﻥَّ ﺍَﻋْﺮَﺍﺑِﻴًّﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺮَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﺍَﻳْﻦَ ﺍَﺑِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄَﻳْﻦَ ﺍَﺑُﻮْﻙَ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﻴْﺜُﻤَﺎ ﻣَﺮَﺭْﺕَ ﺑِﻘَﺒْﺮِ ﻛَﺎﻓِﺮٍ ﻓَﺒَﺸِّّﺮْﻩُ ﺑِﺎﻟﻨَّﺎﺭِ

Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW “dimana ayahku ?, Rasulullah SAW menjawab : “ dia di neraka”, si A’robi pun bertanya kembali “ dimana AyahMu ?, Rasulullah pun menawab “ sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka “Riwayat di atas tanpa menyebutkan ayah Nabi dineraka. Ma’mar dan Baihaqi disepakati oleh ahli hadits lebih kuat dari Hammad, sehingga riwayat Ma’mar dan Baihaqi harus
didahulukan dari riwayat Hammad. Dalil mereka yang lain
hadits yang berbunyi :

ﻟَﻴْﺖَ ﺷِﻌْﺮِﻱ ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻞَ ﺃَﺑَﻮَﺍﻱَ

Demi Allah, bagaimana keadaan orang tuaku ?Kemudian turun ayat yang berbunyi :

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﺑَﺸِﻴْﺮﺍً ﻭَﻧَﺬِﻳْﺮﺍً ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺴْﺄَﻝُ

ﻋَﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴْﻢ )ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ١١٩ : )

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta(pertanggungan jawab)tentang penghuni-penghuni neraka. (QS. al-Baqarah : 119)

Jawaban

Ayat itu tidak tepat untuk kedua orang tua Nabi karena ayat sebelum dan sesudahnya berkaitan dengan ahlul kitab,
yaitu :

ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻲَ ﺍﻟَّﺘِﻲﺃَﻧْﻌَﻤْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻭْﻓُﻮﺍ ﺑِﻌَﻬْﺪِﻱ ﺃُﻭﻑِﺑِﻌَﻬْﺪِﻛُﻢْ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻱَ ﻓَﺎﺭْﻫَﺒُﻮﻥِ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku,niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk) (QS. Al-
Baqarah : 40)
sampai ayat 124 :

ﻭَﺇِﺫِ ﺍﺑْﺘَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺭَﺑُّﻪُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕٍ ﻓَﺄَﺗَﻤَّﻬُﻦَّ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ ﺟَﺎﻋِﻠُﻚَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻣِﻦْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﻳَﻨَﺎﻝُ ﻋَﻬْﺪِﻱ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ

dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dengan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya.

Allah berfirman :

"sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia ". Ibrahim berkata : "(dan saya mohon juga) dari keturunanku ".Allah berfirman : "janjiku (ini)tidak mengenai orang yang zalim".

Semua ayat-ayat itu menceritakan
ahli kitab (yahudi). (QS. Al-Baqarah : 124)

Bantahan di atas juga diperkuat dengan firman Allah SWT :

ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﻌَﺬِّﺑِﻴﻦَ ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﺒْﻌَﺚَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ

)ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ١٥ : )

“dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”
(QS. Al-Isra` : 15)

Kedua orang tua Nabi wafat pada zaman fatharah (kekosongan dari seorang Nabi/Rasul). Berarti
keduanya dinyatakan selamat.Imam Fakhrurrozi menyatakan bahwa semua orang tua para Nabi muslim. Dengan dasar berikut :
Al-Qur’an surat As-Syu’ara’ :218-219 :

ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺮَﺍﻙَ ﺣِﻴﻦَ ﺗَﻘُﻮﻡُ * ﻭَﺗَﻘَﻠُّﺒَﻚَ ﻓِﻲﺍﻟﺴَّﺎﺟِﺪِﻳﻦَ

Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak
badanmu di antara orang-orang yang sujud.Sebagian Ulama’ mentafsiri ayat di atas bahwa cahaya Nabi berpindah dari orang yang ahli sujud (muslim) ke orang yang ahli sujud lainnya. Adapun Azar yang secara jelas mati kafir, sebagian ulama’ menyatakan bukanlah bapak Nabi Ibrohim yang sebenarnya tetapi dia adalah bapak asuhnya dan juga pamannya.

Hadits Nabi SAW :

ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ) ﻟﻢ ﺍﺯﻝ ﺍﻧﻘﻞ ﻣﻦﺍﺻﻼﺏ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﻳﻦ ﺍﻟﻰ ﺍﺭﺣﺎﻡ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﺍﺕ)

“ aku (Muhammad SAW)selalu berpindah dari sulbi-sulbi laki-laki yang suci menuju rahim-rahim
perempuan yang suci pula”Jelas sekali Rasulullah SAW menyatakan bahwa kakek dan nenek moyang beliau adalah orang-orang yang suci bukan

orang-orang musyrik karena mereka dinyatakan najis dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ ﻧَﺠَﺲٌ

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis”Nama ayah Nabi Abdullah,cukup membuktikan bahwa beliau beriman kepada Allah
bukan penyembah berhala Imam Muslim dan Imam Turmudzi meriwayatkan hadits
yang telah mereka sahihkan dari Watsilah bin Asqa’ RA

bahwa Rasulullah SAW

bersabda:

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻭﻟﺪ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﻭﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻭﻟﺪ ﺍﺳﻤﺎﻋﻴﻞﻛﻨﺎﻧﺔ ﻭﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻛﻨﺎﻧﺔ ﻗﺮﻳﺸﺎﻭﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺶ ﺑﻨﻲ ﻫﺎﺷﻢ ﻭﺍﺻﻄﻔﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﺑﻨﻲ ﻫﺎﺷﻢ

Sesungguhnya Allah telah memilih Ismail dari turunan Ibrahim dan memilih Kinanah dari turunan Ismail dan memilih Quraisy dari turunan Kinanah dan memilih Bani Hasyim dari turunan Quraisy dan memilih Aku dari turunan Bani Hasyim.Bahkan dari hadits ini Syekh Ibn

Taimiyah berkata : Ketentuan hadits di atas menunjukkan bahwa Ismail dan turunannya adalah orang-orang pilihan dari keturunan Ibrahim.

Imam Turmudzi meriwayatkan hadits dan menganggapnya Hasan dari ‘Abbas bin Abdulmuttholib RA bahwa Nabi SAW bersabda:

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﺠﻌﻠﻨﻲ ﻣﻦ ﺧﻴﺮ ﻓﺮﻗﻬﻢ ﺛﻢ ﺗﺨﻴﺮ ﺍﻟﻘﺒﺎﺋﻞ ﻓﺠﻌﻠﻨﻲ ﻓﻲ ﺧﻴﺮ ﻗﺒﻴﻠﺔ ﺛﻢ ﺗﺨﻴﺮ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ ﻓﺠﻌﻠﻨﻲ ﻓﻲ ﺧﻴﺮ ﺑﻴﻮﺗﻬﻢ ﻓﺄﻧﺎ ﺧﻴﺮﻫﻢ ﻧﻔﺴﺎ ﻭﺧﻴﺮﻫﻢ ﺑﻴﺘﺎ

Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk dan menjadikan Aku dari golongan yang paling baik kemudian Allah memilih suku dan menjadikan Aku dari suku yang terbaik kemudian memilih rumah dan menjadikan dalam rumah terbaik mereka. Maka Aku adalah yang paling baik jiwanya dan paling baik rumahnya. Imam Al-Baihaqi meriwayatkan

dalam kitabnya “Dalailun Nubuwwah” dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ﺃﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ ﺑﻦ ﻫﺎﺷﻢ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﻣﻨﺎﻑ ﺑﻦ ﻗﺼﻲ ﺑﻦ ﻛﻼﺏﺑﻦ ﻣﺮﺓ ﺑﻦ ﻛﻌﺐ ﺑﻦ ﻟﺆﻱ ﺑﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﺑﻦ

ﻓﻬﺮ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺍﻟﻨﻀﺮ ﺑﻦ ﻛﻨﺎﻧﺔ ﺑﻦﺧﺰﻳﻤﺔ ﺑﻦ ﻣﺪﺭﻛﺔ ﺑﻦ ﺇﻟﻴﺎﺱ ﺑﻦ ﻣﻀﺮ ﺑﻦﻧﺰﺍﺭ ﺑﻦ ﻣﻌﺪ ﺑﻦ ﻋﺪﻧﺎﻥ. ﻭﻣﺎ ﺍﻓﺘﺮﻕ ﺍﻟﻨﺎﺱ

ﻓﺮﻗﺘﻴﻦ ﺇﻻ ﺟﻌﻠﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎﻓﺄﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﺃﺑﻮﻱ ﻭﻟﻢ ﻳﺼﺒﻨﻲﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﻋﻬﺮ ﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﻭﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦﻧﻜﺎﺡ ﻭﻟﻢ ﺃﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺳﻔﺎﺡ ﻣﻦ ﻟﺪﻥ ﺁﺩﻡﺣﺘﻰ ﺍﻧﺘﻬﻴﺖ ﺇﻟﻰ ﺃﺑﻲ ﻭﺃﻣﻲ ﻓﺄﻧﺎ ﺧﻴﺮﻛﻢﻧﺴﺒﺎ ﻭﺧﻴﺮﻛﻢ ﺃﺑﺎ

Aku adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Mutthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Gholib bin Fihr bin Malik bin Al-Nadlr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlor bin Nizar bin Ma’d bin ‘Adnan. Dan tidaklah
terpisah golongan manusia kecuali Allah telah menjadikan aku dalam yang terbaik dari dua golongan tersebut. Maka aku dilahirkan dari kedua orang tuaku dan tidak mengenaiku sesuatupun dari kebejatan jahiliyah. Dan aku lahir dari pernikahan dan tidaklah aku lahir dari perzinaan dari mulai Nabi Adam sampai pada ayah ibuku. Maka aku adalah yang terbaik dari kalian dari sisi nasab dan orang tua.Dan masih banyak lagi hadits- hadits lain yang menjelaskan tentang orang-orang tua Nabi SAW. Bahwa mereka adalah pilihan Allah SWT. Tidakkah anda melihat kalimat

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺻﻄﻔﻰ (sesungguhnya Allah memilih) apakah Allah akan memilih orang kafir sedangkan di sana ada orang yang beriman?Apakah Allah memilih penduduk neraka jika di sana ada penduduk surga? Padahal orang tua Nabi adalah orang-orang pilihan! Imam Suyuthi berkata dalam kitabnya Masalikul Hunafa

ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻝ ﻣﻤﻦ ﻳﻜﺘﺐ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚﻭﻻ ﻓﻘﻪ ﻋﻨﺪﻩ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﻗﺪ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻷﻗﺪﻣﻮﻥﺍﻟﻤﺤﺪﺙ ﺑﻼ ﻓﻘﻪ ﻛﻌﻄﺎﺭ ﻏﻴﺮ ﻃﺒﻴﺐﻓﺎﻷﺩﻭﻳﺔ ﺣﺎﺻﻠﺔ ﻓﻲ ﺩﻛﺎﻧﻪ ﻭﻻ ﻳﺪﺭﻱﻟﻤﺎﺫﺍ ﺗﺼﻠﺢ ﻭﺍﻟﻔﻘﻴﻪ ﺑﻼ ﺣﺪﻳﺚ ﻛﻄﺒﻴﺐﻟﻴﺲ ﺑﻌﻄﺎﺭ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﺎ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻪ ﺍﻷﺩﻭﻳﺔﺇﻻ ﺃﻧﻬﺎ ﻟﻴﺴﺖ ﻋﻨﺪﻩ.ﻭﺇﻧﻲ ﺑﺤﻤﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺪ ﺍﺟﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚﻭﺍﻟﻔﻘﻪ ﻭﺍﻷﺻﻮﻝ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺍﻵﻻﺕ ﻣﻦﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻲ ﻭﺍﻟﺒﻴﺎﻥ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﺄﻧﺎﺃﻋﺮﻑ ﻛﻴﻒ ﺃﺗﻜﻠﻢ ﻭﻛﻴﻒ ﺃﻗﻮﻝ ﻭﻛﻴﻒ
ﺍﺳﺘﺪﻝ ﻭﻛﻴﻒ ﺍﺭﺟﺢ ﻭﺃﻣﺎ ﺃﻧﺖ ﻳﺎ ﺃﺧﻲﻭﻓﻘﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﻓﻼ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻚ ﺫﻟﻚ ﻷﻧﻚﻻ ﺗﺪﺭﻱ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻭﻻ ﺍﻷﺻﻮﻝ ﻭﻻ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦﺍﻵﻻﺕ ﻭﺍﻟﻜﻼﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻻﺳﺘﺪﻻﻝﺑﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺎﻟﻬﻴﻦ ﻭﻻ ﻳﺤﻞ ﺍﻹﻗﺪﺍﻡ ﻋﻠﻰﺍﻟﺘﻜﻠﻢ ﻓﻴﻪ ﻟﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺠﻤﻊ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡﻓﺎﻗﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺁﺗﺎﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺃﻧﻚ ﺇﺫﺍ
ﺳﺌﻠﺖ ﻋﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺗﻘﻮﻝ ﻭﺭﺩ ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﺮﺩﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻟﺤﻔﺎﻅ ﻭﺣﺴﻨﻮﻩ ﻭﺿﻌﻔﻮﻩ ﻭﻻﻳﺤﻞ ﻟﻚ ﻓﻲ ﺍﻹﻓﺘﺎﺀ ﺳﻮﻯ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﺪﺭﻭﺧﻞ ﻣﺎ ﻋﺪﺍ ﺫﻟﻚ ﻷﻫﻠﻪ :ﻻ ﺗﺤﺴﺐ ﺍﻟﻤﺠﺪ ﺗﻤﺮﺍ ﺃﻧﺖ ﺁﻛﻠﻪ * ﻟﻦ ﺗﺒﻠﻎﺍﻟﻤﺠﺪ ﺣﺘﻰ ﺗﻠﻌﻖ ﺍﻟﺼﺒﺮﺍ(ﻣﺴﺎﻟﻚ ﺍﻟﺤﻨﻔﺎ ﻓﻲ ﻭﺍﻟﺪﻱ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﻰ٦٧ : )

“Jika si pendebat itu seorang pelajar hadits yang tidak memahami fiqh, maka bilang padanya: Para salaf terdahulu berkata. “ahli hadits yang tak mengerti fiqh layakmya penjual obat yang bukan dokter, dia punya obat namun tak tahu kegunaan obat itu. Sebaliknya ahli fiqh yang tak memahami hadis
ibarat dokter yang tidak punya obat. Ia mengerti betul kegunaan obat tapi tak memilikinya.” Sedangkan saya,Alhamdulillah, telah menguasai beragam ilmu :hadits, fiqh, usul fiqh, dan ilmu-ilmu bahasa Arab, ilmu ma’ani, bayan dan lain-lain.Aku tahu bagaimana harus bicara, bagaimana mengutip dalil, dan bagaimana menarjih dalil. Sedangkan engkau-semoga Allah memberikan taufiq-Nya padamu dan padaku- belum layak untuk hal seperti itu. Engkau kurang menguasai fiqh, usul fiqh, juga ilmu-ilmu alat (bahasa arab). Bicara hadits dan mengambil dalil bukanlah hal yang remeh.
Bagi yang belum menguasai ilmu-ilmu yang telah kusebut di atas, dilarang membicarakan ini (keimanan ayah bunda baginda Rasul).
Cukuplah kau bahas ilmu yang diberikan Allah kepadamu. Bila kau ditanya mengenai suatu hadis, cukuplah katakan, Ini warid ini tidak, hadis itu disahihkan para ahli hadis, dinilai hasan, atau dhaif. Tak patut bagimu melampaui semua itu.Serahkanlah yang lain pada ahlinya. “Jangan kau anggap kemuliaan itu sebutir kurma yang tinggal kau makan. Tak kan kau capai kemuliaan itu
sebelum kau kecap obat yang pahit”(Masalikul hunafa hal. 67) Syaikh al-Qhadhi salah
seorang Imam dari Madzhab Malikiyyah pernah ditanya tentang bahwa orang tua Nabi Saw berada di neraka.Maka beliau menjawab “MAL’UN (terlaknat org itu) karena
Allah Swt berfirman :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﺫُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻟَﻌَﻨَﻬُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺃَﻋَﺪَّ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺑًﺎ ﻣُﻬِﻴﻨًﺎ

”Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan diakherat dan menyiapkan untuk mereka adzab yang hina” (QS. al-Ahzab : 57) Adakah yang lebih menyakiti hati Rasulullah Saw dari mengatakan bahwa orangtua Rasul Saw berada di neraka ?
Nabi Saw melarang membicarakan jelek kepada orang yang sudah mati dan memeintahkan menutup lisan jika jika sahabat dipermasalahkan, maka menjaga lisan dari mempermasalahkna orantua Nabi Saw lebih berhak. Renugkanlah kisah dibawah ini, bahwasanya seoarang pembantu Rasul yang bernama Barkah pernah meminum air kencing Rasul Saw yg ada di dalam bejana. Kemudian Nabi Saw menanyakannya “Manakah air yg ada di dalam bejana ini ?” Barkah menjawab “Aku minum wahai Rasul” Rasul Saw bersabda “Jika demikian perutmu tidak disentuh oleh api neraka”.Kemudian pernah Ibnu Zubair diperintahkan oleh Rasul Saw membuang darah bekas cantuk Rasul Saw. Namun Ibnu Zubair malah meminum darah tersebut. Ketika ditanya oleh Rasul Saw“Sudahkah kau buang darah bekas cantukku wahai Ibnu Zubair ?” “sudah wahai Rasul”Rasul bertanya “Di mana ?” ia menjawab “Dalam perutku”. Rasul Saw bersabda “Barangsiapa yangg darahnya bercampur dengan darahku, maka ia tidak akan masuk neraka.” Kisah kisah ini disebutkan dalam Hadist-Hadist shohih yg diriwayatkan Daru Quthni. Dari kisah ini menunjukkan bahwa hukum kelebihan dalam tubuh Nabi Saw adalah suci, tidak najis karena Rasul tdk memerintahkan Barkah dan Ibnu Zubair untuk menyuci mulutnya.Dan hal ini juga menunjukkan bahwa satu tetes dari kelebihan tubuh Nabi Saw yang masuk ke dalam perut orang lain dapat menyelamatkannya dari api nereka. Lalu bagaimana dengan seseoang yg darah dan daging Nabi Saw berasal darinya ?Berkata syaikhul Islam Ibn Taimiyah dlm mustholahul hadis

(11/676)

ﻭﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻭﺍﻟﺨﻠﻒ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﺎﻛﺎﻧﻮﺍ ﻓﻴﻪ ﻗﺒﻞ ﻣﺠﻲﺀ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﺷﻴﺄﻗﺒﻴﺤﺎ, ﻭﻛﺎﻥ ﺷﺮّﺍ ﻟﻜﻦ ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻘﻮﻥﺍﻟﻌﺬﺍﺏ ﺇﻻّ ﺑﻌﺪ ﻣﺠﻲﺀ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ-. ﺇﻟﻰ ﺃﻥﻗﺎﻝ- ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻋﺎﻣﺔ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻭﺃﻛﺜﺮﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ. ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻳﺪﻝ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ .ﻓﺈﻥ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺑﻴﺎﻥ ﺃﻥّ ﻣﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺷﺮّﻭﻗﺒﻴﺢ ﻭﺳﻲﺀ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺮﺳﻞ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﺗﻮﺍﻻﻳﺴﺘﺤﻘﻮﻥ ﺍﻟﻌﻘﻮﺑﺔ

Menurut jumhur salaf dan khalaf, perbuatan dan kebiasaan orang-orang sebelum datangnya Rasulullah dari pada syirik dan jahiliyah itu jelek sekali,tetapi tidak berhak diadzab kecuali setelah datangnya Rasulullah. –hingga perkataannya- Ini pendapatnya Ulama salaf dan kebanyakan orang muslim,sesuai dengan al-Quran dn Hadist yang menerangkan bahwa orang kafir itu keji dan buruk sekali walaupun sebelum kedatangan seorang Rasul mereka tidak berhak untk diadzab.Subhanallah.Hanya dengan berpegang pada sebuah hadits riwayat Muslim saudara wahabi -semoga Allah membuka hatinya- dengan tegas mengatakan, kalian mengaku Ahlussunnah tetapi tidak percaya apa yang dikatakan dan diakui Rasul sendiri. Bukan kami tidak percaya wahai saudara wahabi,tetapi karena kami tahu mana yang sebenarnya dan mana yang bukan, kami adalah hamba dhaif yang tidak mengerti apa-apa jika tidak ada HIDAYAH dari Allah dan IRSYAD dari guru-guru kami yang mulia.

Akhirnya,
Ya Allah... dengan berkat Rasul Mushtafa, dengan berkat Khulafaurrasyidin, dengan berkat Seluruh Shahabat, dengan berkat Imam Mujtahid, dengan berkat Auliya dan Ulama berilah hidayah dan petunjuk kepada kami dalam menegakkan Sunnah sesuai dengan tuntutan Rasulullah yang berkesinambungan melalui "lidah"Shahabat, Tabi'in, Tabi' Tabi'in,Ulama Mutaqaddimin dan Muta-akh-khirin dan Guru-guru kami yang masih senantiasa ikhlas memberi ilmu kepada kami. Amin Ya Rabbal 'alamin.

wallahua'lam bish-shawab

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bantahan Orang Tua Nabi di Neraka

0 komentar:

Posting Komentar