loading...
Minggu, 27 November 2016

Hadist Waktu-waktu Terkabulnya Do'a

Inilah Waktu-Waktu Yang Mustajab Do'a
Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya.Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Lihatlah manusia,dikala ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati.Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yg meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair :
الله يغضب إن تركت سؤاله وبني آدم حين يسأل يغضب

“Allah murka pada orang yg enggan meminta kepada-Nya,sedangkan manusia ketika diminta ia marah”

Ya,Allah mencintai hamba yg berdoa kepada-Nya,bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yg berdoa.Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi :

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

“Wahai manusia,selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku,aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi,ia berkata : ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yg lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya.Manusia tidak pernah lepas dari keinginan,yg baik maupun yg buruk.Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas,entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yg enggan berdoa kepada-Nya. Orang yg demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yg sombong dan diancam dengan neraka Jahannam.Allah Ta’ala berfirman :

اد�'عُونِي أَس�'تَجِب�' لَكُم�' إِنَّ الَّذِينَ يَس�'تَك�'بِرُونَ عَن�' عِبَادَتِي سَيَد�'خُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu,Aku akan kabulkan doa kalian.Sungguh orang-orang yg menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku,akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir : 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya,karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan.Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…

http://abusigli.blogspot.com/2016/11/hadist-waktu-waktu-terkabulnya-doa.html

Berdoa Di Waktu Yg Tepat
Diantara usaha yg bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan bebrapa waktu tertentu yg dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika bebrapa waktu tersebut dikabulkan.Diantara bebrapa waktu tersebut adalah :

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yg berdoa disepertiga malam yg terakhir.Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yg bertaqwa,salah satunya :

وَبِال�'أَس�'حَارِ هُم�' يَس�'تَغ�'فِرُون

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam),mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat : 18)
Sepertiga malam yg paling akhir adalah waktu yg penuh berkah,sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yg berdoa ketika itu.Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من

يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yg akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman:‘Orang yg berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan,orang yg meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan,orang yg meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat,sifat ‘turun’dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain.Karena tentu berbeda.Yg penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia,karena yg berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yg diotentikasi kebenarannya oleh Allah),tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yg akhir adalah waktu yg dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.Lebih lagi di bulan Ramadhan,bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yg berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur.Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.

2. Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yg penuh keberkahan,karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa,yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya,sebagaimana hadits :

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yg berpuasa memiliki 2 kebahagiaan:kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no. 1151)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yg telah berpuasa,sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yg tidak tertolak.Doanya orang yg berpuasa ketika berbuka,doanya pemimpin yg adil dan doanya orang yg terzhalimi” (HR. Tirmidzi no. 2528,Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no. 2405,dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu,jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yg termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.Namun perlu diketahui,terdapat doa yg dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa,yaitu doa berbuka puasa.Sebagaimana hadits

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa :

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus udah hilang,kerongkongan telah basah,semoga pahala didapatkan.Insya Allah’)”(HR.Abu Daud no.2357,Ad Daruquthni 2/401,dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah,2/232)

Adapun doa yg tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut :

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

adalah hadits palsu,atau dengan kata lain,ini bukanlah hadits.Tidak terdapat di kitab hadits manapun.Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu,doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda.Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri.Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yg mirip dengan doa tersebut,semisal :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa : Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni,innaka antas samii’ul ‘aliim”

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341),dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani : “Hadits ini gharib,dan sanadnya lemah sekali”.Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350).Atau doa-doa yg lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

3. Ketika malam lailatul qadar
Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an.Malam ini lebih utama dari 1000 bulan.Sebagaimana firmanAllah Ta’ala :

لَي�'لَةُ ال�'قَد�'رِ خَي�'رٌ مِن�' أَل�'فِ شَه�'رٍ

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr : 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yg diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha :

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah,menurutmu apa yg sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda : Berdoalah :

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni 'Ya Allah,sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf,maka ampunilah aku''” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah,3119,At Tirmidzi berkata : “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yg sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar.Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa.Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa,terutama dengan lafadz yg diajarkan tersebut .
4. Ketika adzan berkumandang
Selain dianjurkan utk menjawab adzan dengan lafazh yg sama,saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yg mustajab utk berdoa.Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya.Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk,ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540,Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar,1/369,berkata :“Hasan Shahih”)

5. Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yg dianjurkan utk berdoa,berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR.Tirmidzi,212,ia berkata : “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yg dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa,bukan shalawatan,atau membaca murattal dengan suara keras,misalnya dengan menggunakan mikrofon.Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yg berdzikir atau sedang shalat sunnah.Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

“Ketahuilah,kalian semua sedang bermunajat kepada Allah,maka janganlah saling mengganggu satu sama lain.Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’atau beliau berkata,‘Dalam shalat’,”(HR.Abu Daud no.1332,Ahmad,430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).
Baca Juga:Cara Daftar Haji
Selain itu,orang yg shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini,telah meninggalkan amalan yg di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa.Padahal ini adalah kesempatan yg bagus utk memohon kepada Allah segala sesuatu yg ia inginkan.Sungguh merugi jika ia melewatkannya.

6. Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد. فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no. 482)

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yg bertanya:Wahai Rasulullah,kapan doa kita didengar oleh Allah?Beliau bersabda : “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yg dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam.Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib.Ahli fiqih masa kini,Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata : “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya : tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman :

فَإِذَا قَضَي�'تُمُ الصَّلاةَ فَاذ�'كُرُوا اللَّهَ

“Jika engkau selesai shalat,berdzikirlah” (QS. An Nisa : 103).

Allah berfirman ‘berdzikirlah’,bukan ‘berdoalah’.Maka setelah shalat bukanlah waktu utk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan,kemudian justru meninggalkan bebrapa waktu mustajab yg disyariatkan yaitu

diantara adzan dan iqamah,ketika adzan,ketika sujud dan sebelum salam.

8. Di hari Jum’at
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه. وأشار بيده يقللها

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda:‘Di dalamnya terdapat waktu.Jika seorang muslim berdoa ketika itu,pasti diberikan apa yg ia minta’.Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR.Bukhari 935,Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yg dimaksud.Namun secara umum terdapat 4 pendapat yg kuat.
Baca Juga:Syarat Menjadi Prajurit Al-qasam

Pendapat pertama,yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits :

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim,853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim,An Nawawi,Al Qurthubi,Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua,yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari.Berdasarkan hadits :

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu,jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan.Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud,no. 1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu.Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud).

Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi,dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah.Pendapat ini yg lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga,yaitu setelah ashar,namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah.Ishaq bin Rahawaih,At Thurthusi,Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat,yg juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri,yaitu menggabungkan semua pendapat yg ada.Ibnu ‘Abdil Barr berkata : “Dianjurkan utk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yg disebutkan”.Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja.Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal,Ibnu ‘Abdil Barr.

9. Ketika turun hujan
Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala.Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan,padahal yg menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala.Oleh karena itu,daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik menggunakan waktu hujan utk berdoa memohon apa yg diinginkan kepada Allah Ta’ala :

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu,yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534,dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar
Sunnah ini belum diketahui oleh biasanya kaum muslimin,yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu.Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu :

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِش�'رُ في وجهه

قال جابر : فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّي�'تُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali,yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan,yaitu diantara dua shalat.Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau.Berkata Jabir :‘Tidaklah suatu perkara penting yg berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini utk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain :

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan,yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata : “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

11. Ketika Hari Arafah
Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah,yaitu tanggal 9 Dzulhijjah.Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa,baik bagi jama’ah haji atau bagi seluruh kaum muslimin yg tidak sedang menunaikan ibadah haji.Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

“Doa yg terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

12. Ketika Perang Berkecamuk
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yg berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk,diijabah oleh Allah Ta’ala.Dalilnya adalah hadits yg sudah disebutkan di atas :

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu,atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya.Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk,ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud,2540,Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar,1/369,berkata : “Hasan Shahih”)

13. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

ماء زمزم لما شرب له

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR.Ibnu Majah,2/1018.Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Demikian uraian mengenai bebrapa waktu yg paling dianjurkan utk berdoa.Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Hadist Waktu-waktu Terkabulnya Do'a

0 komentar:

Posting Komentar