loading...
Wednesday, March 29, 2017

Inilah Bangsa yahudi pertama kafir kepada Nabi Muhammad

Hai Ahli Kitab,sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami,menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan :" Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan. " Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa'idah : 19)

Allah SWT berfirman, ditujukan kepada Ahlul Kitab dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani, bahwasanya Allah SWT telah mengutus Rasul-Nya,Nabi Muhammad SAW,sebagaimana Isa AS pernah menyampaikannya dihadapan umatnya Bani Israel,“Hai Bani Israil,sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,membenarkan kitab sebelumku,yaitu Taurat,dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku,yang namanya Ahmad (Muhammad).” (Ash Shaff : 6)
" Dan berimanlah kamu kepada apa yang Aku turunkan yang membenarkan apa yang ada padamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali kafir kepada-Nya dan janganlah kamu menjual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan hanya kepada Akulah hendaklah kamu bertaqwa," (Al-Baqarah 41)
Inilah Bangsa yahudi pertama kafir kepada Nabi Muhammad

Dalam ayat ini Allah berbicara kepada Bangsa Yahudi, sebagai bangsa yang telah sering kedatangan Nabi. Bangsa ini menerima kitab-kitab suci dari langit tetapi merupakan bangsa yang paling benci kepada orang-orang mu'min. Bangsa Yahudi diajak untuk menjadi orang pertama untuk beriman kepada Nabi Muhammad supaya bangsa-bangsa lain bersedia mengikuti jejaknya.

Kepada bangsa Yahudi Allah berfirman supaya mereka beriman kepada Al-Quran sebagai pelaksanaan memenuhi janji kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahawa memenuhi janji kepada Allah dengan mengikuti arahan dengan beriman kepada Al-Quran dan Nabi Muhammad adalah suatu tindakan yang penting dari yang lain. Sebab langkah seperti ini merupakan asas yang pokok dan tujuan utama.

Al-Qur'an diturunkan untuk membenarkan keterangan-keterangan yang tersebut di dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para Nabi sebelumnya.Perintah-perintah yeng tersebut di dalamnya yakni berupa ajakan bertauhid, meninggalkan perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan dengan terang-terangan mahupun dengan tersembunyi,menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan kemungkaran dan sebagainya yang membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Ini sama dengan ajaran Musa dan para Nabi sebelumnya,kerana semuanya itu tujuannya satu, iaitu menetapkan kebenaran dan memberi petunjuk kepada manusia serta menghapuskan kesesatan dalam aqidah.

Tetapi bagaimanakah sikap Bangsa Yahudi terhadap teguran Al-Quran ini? Mereka bahkan cepat bersikap kufur kepada Al-Quran. Padahal seharusnya mereka berada pada barisan depan untuk beriman kepada Nabi Muhammad dan Al-Quran ini.Kerana mereka telah mengetahui kebenaran Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berdasarkan keterangan Kitab-kitab suci mereka yang telah menyampaikan berita kedatangan Nabi akhir zaman.Dalam buku-buku tarikh dijelaskan bahawa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam datang berhijrah ke Madinah, kaum Yahudi Madinah mendustakannya. Kemudian langkah mereka ini diikuti oleh orang-orang Yahudi Bani Quroidhah,Bani Nadhir, Yahudi Khoibar dan meluas kepada golongan Yahudi lain-lain.

Terhadap sikap mereka yang kufur ini, maka Allah kemudian memberi amaran secara keras dengan titah-Nya : "Janganlah kamu bersikap mendustakan kenabian Muhammad dan kitab suci yang dibawanya dan menolak petunjuknya,kerana ingin menukar dengan kesenangan dunia yang sedikit ".

Para pendeta dan pemimpin Yahudi kerana ingin memperoleh pengaruh, harta, pangkat dan kedudukan di mata rakyatnya.Mereka mendustakan kebenaran Nabi.Sedangkan golongan awam bangsa Yahudi menolak kebenaran Nabi Muhammad,kerana ingin mendapatkan kasih sayang dari para pemimpin. Ingin memperoleh nasib baik dan takut menghadapi permusuhan dan kemarahan para pemimpin dan masyarakatnya.Bangsa Yahudi bangsa penakut

Sikap pemimpin dan masyarakat Yahudi mendustakan kebenaran Nabi Muhammad adalah perbuatan yang merugikan diri sendiri.Perbuatan mereka ini dikatakan menukar keredhaan dengan kemurkaan, rahmat dengan siksa baik di dunia mahupun di akhirat.

Seharusnya memang Bangsa Yahudi sebagai bangsa yang menerima wasiat Nabi Musa dan Nabi Isa as untuk beriman kepada Nabi akhir zaman menjadi perintis menyambut kebenaran Al-Quran,bukan menjadi perintis yang kafir kepada Al-Quran dan Nabi Muhammad.Demikianlah uraian singkat tentang orang yahudi yang pertama kafir kepada Nabi Muhammad SaW,semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Inilah Bangsa yahudi pertama kafir kepada Nabi Muhammad

0 comments:

Post a Comment