loading...
Sabtu, 22 Oktober 2016

Kita Memasuki Fitnah Akhir Zaman

Terkait dengan status pak Jefri Nofendi​,berhubung banyak yg tanya saya jawab di sini saja ya sekalian.
Yang jelas kita sekarang sudah memasuki fitnah akhir zaman.Muslim bunuh Muslim.Fitnah menebar ke mana2. Muslim Syiah dikafirkan.Yg bukan Syi'ah difitnah sbg Syi'ah seperti KH Said Aqil Siradj,KH Quraish Shihab,Habib Rizieq, dsb.Seberapa hebatnya ulama tsb membantah,tetap saja difitnah sebagai Syi'ah Taqiyah. Pura2. Bohong.

Dana yg dikeluarkan Arab Saudi (Najd) guna menyebar paham Wahabi melalui pembangunan pesantren2,masjid,Islamic2 Center,dan ustad2 yg mau bergabung mereka menyebar fitnah itu amat banyak.US$ 115 milyar di 90 negara.Rp 1600 Trilyun.Jadi amat banyak.Ustad2 Wahabi itu kaya2 sehingga bisa bikin pesantren,masjid2 bagus,dsb.Cuma ya mereka harus menebar fitnah.

Fitnah ini bagaikan Fitnah Dajjal.Membuat Api/Neraka terlihat seperti Air/Surga.Sehingga membunuh Muslim dianggap sebagai jihadJalan ke Surga. Memfitnah ulama dianggap dakwah.Mereka merasa paling benar.

http://abusigli.blogspot.com/2016/10/kita-memasuki-fitnah-akhir-zaman.html

Siapa pun yg menentangnya,akan difitnah sebagai Syi'ah serta berusaha diblokir akun2 mereka.Pernah akun Wordpress saya diblokir oleh mereka. Alhamdulillah dibuka setelah saya kontak Matt langsung.Akun FB saya sempat diblokir dan baru bisa dibuka setelah saya mengunggah KTP saya.Sementara akun FB dr Joserizal Jurnalis​,Yulizon Bachtiar Armansyah​,Jefri dan lain-lain juga sempat diblokir FB.

Dengan cara memblokir itulah mereka membungkam orang2 yg berusaha menyuarakan kebenaran.Sehingga Muslim awam cuma bisa baca fitnah2 dari mereka tiada yg bisa mengkoreksi.

Beda dgn ulama Wahabi yg mempunyai dana berlebihan,pejuang2 Aswaja itu meski kondisi pas2an berusaha mengcounter fitnah Salafi Wahabi yg amat masif.Amat Dahsyat.Tak peduli meski mikir uang buat beli laptop buat ganti yg rusak atau biaya internet dari mana,tetap berjuang semampunya.Allah yg menolong dan alhamdulillah ada hamba2 Allah yg saleh yg membantu.

Libya sudah hancur,Suriah hancur,Iraq hancur,Yaman hancur,Afghanistan hancur.Indonesia tinggal menunggu waktu.Jadi kita hendaknya dekat dgn Jumhur Ulama.Tanya Ulama.Tabayyun thd kaum yg difitnah.

Jangan sampai kita bisa diadu domba.Jangan sampai kita ikut menebar fitnah karena bacaan kita justru Media Fitnah.Jangan sampai tangan kita basah oleh darah Muslim yg sudah bersyahadah.

NB :
Status saya buat sesingkat mungkin.Bagi yg ingin tahu Syi'ah dan Wahabi baca saja ini :
http ://www.habibrizieq.com/2015/03/syiah-vs-wahabi.html

Website tsb bukan website biasa macam Arrahmah.Tapi web Dr Habib Rizieq Syihab MA.Web Ulama.

Ini juga bisa dibaca agar kita tidak mudah jadi takfir :
http://kabarislamia.com/2012/08/26/beberapa-perbedaan-sunni-dengan-syiah/

http://kabarislamia.com/2012/01/17/konflik-as-israel-arab-dengan-iran-mengkaji-al-quran-dan-hadits/

Ibnu Umar berkata,“Nabi berdoa,‘Ya Allah,berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’Mereka berkata,Terhadap Najd kami.’Beliau berdoa,‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’Mereka berkata,‘Dan Najd kami.’Beliau berdoa,‘Ya Allah,berkahilah kami pada negeri Syam.Ya Allah,berkahilah kami pada negeri Yaman.’Maka,saya mengira beliau bersabda (Najd) pada kali yg ketiga,‘Di sana (Najd) terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah,dan di sana pula munculnya tanduk setan. ’” HR Bukhari

Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.:Dari Yusair bin Amru,ia berkata:Saya berkata kepada Sahal:Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij?Sahal menjawab:Aku mendengarnya,ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur,mereka adalah kaum yg membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka.Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya.(Shahih Muslim No. 1776)

Di hadits di bawah Nabi menyebut bahwa dari Bani Tamim,suku Muhammad bin Abdul Wahhab berasal,akan terlihat kaum Khawarij yg ibadahnya seperti hebat dan rajin membaca Al Qur’an,namun tidak mereka pahami dan tidak juga diamalkan (cuma di kerongkongan saja) :
Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata,telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata;Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW yg sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah,seorang laki-laki dari Bani Tamim,lalu berkata ; Wahai Rasulullah,tolong engkau berlaku adil.Maka beliau berkata:Celaka kamu!. Siapa yg bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil.
Kemudian ‘Umar berkata;Wahai Rasulullah,izinkan aku utk memenggal batang lehernya!.Beliau berkata:Biarkan dia.Karena dia nanti akan mempunyai teman-teman yg salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya ketimbang shalat mereka,puasanya ketimbang puasa mereka.Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka.Mereka keluar dari agama seperti melesetnya anak panah dari sasaran (hewan buruan). (HR Bukhari 3341)

Hadits di atas yg menyebut dari Bani Tamim,suku Muhammad bin Abdul Wahhab (MBAW) akan terlihat Khawarij,dan hadits dari Najd,tempat kelahiran MBAW sebagai sumber fitnah dan tanduk setan harusnya membuat kita sadar bahwa Wahabi lah sebagai sumber fitnah meski ibadah mereka terlihat hebat.

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:Bahwa ia mendengar Rasulullah saw.bersabda sambil menghadap ke arah timur:Ketahuilah,sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana!Ketahuilah,sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana.Yaitu tempat terlihat tanduk setan.(Shahih Muslim No. 5167)
Baca Juga:Asal-Usul Dajjal
Dari ‘Abdullah bin Umar yg berkata Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini,fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” Musnad Ahmad 2/72 no 5410 dengan sanad shahih 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kita Memasuki Fitnah Akhir Zaman

0 komentar:

Posting Komentar